Cek Harga Tiket Pesawat

BUKA USAHA TOUR AND TRAVEL (Hampir TANPA MODAL!)

PELUANG USAHA!!
Register Now and Start Making Money!

Beberapa keunggulan kami adalah:
1. Tanpa Deposit (bayar sesuai pesanan)
2. Komisi Besar
3. Menggunakan sistem canggih, semua dalam satu layar (platform)
4. Bisa menjual tiket seluruh route, penerbangan domestic dan international.
5. Bisa menjual seluruh voucher hotel didunia.
6. Bisa menjual paket tour domestik maupun international
7. Best Fare. Dengan mudah mendapatkan tarif seluruh penerbangan termurah yang ada pada saat itu, dalam satu periode bulan dan bulan berikutnya.
8. 3 langkah mudah untuk reservasi. Best Fare, Booking, dan menyelesaikan kode booking seluruh airlines domestic dan international.
9. Customer Service yang ramah dan cepat tanggap
10. Tidak memerlukan garansi/ uang jaminan.
11. Tidak ada uang bulanan/ tahunan.
12. Mudah melakukan registrasi. Hanya dibutuhkan email, nomor handphone dan biaya registrasi tanpa perlu persyaratan administrasi lainnya.
13. Harga dan perihal lain bisa dimodifikasi ditiket penumpang.
14. Bisa dengan mudah mendapatkan kode booking dan melakukan print seluruh tiket airlines.


Semua itu hanya dengan syarat memiliki komputer dan koneksi internet saja.

Penampakan Mata Dewa di Bulgaria

Sofia - Gua Prohodna di Bulgaria punya fenomena unik. Di langit-langitnya, terlihat dua lubang besar yang menyerupai bentuk mata. Orang-orang pun menamakannya, 'The Eyes of God'.

Tiap gua di dunia dari berbagai negara memiliki fenomena, sejarah dan bentangan alam yang menarik perhatian traveler. Gua Prohodna di Bulgaria pun, turut masuk sebagai salah satu gua paling unik dari Eropa.

Menegok situs resmi Offical Tourism Portal of Bulgaria, Selasa (24/5/2016) Gua Prohodna berjarak sekitar 112 km dari Sofia, ibukota negara Bulgaria. Tepatnya masuk dalam kawasan Iskar Gorge, 2 km dari Desa Karlukovo di Provinsi Lovech yang berada di bagian utara Bulgaria.


Gua Prohodna yang panjang dan luas (Offical Tourism Portal of Bulgaria)

Gua Prohodna merupakan gua karst, dengan rangkaian yang mencapai panjang 262 meter. Bagian dalamnya cukup luas, dengan tinggi gua mencapai 35-45 meter. Saat menjelajahi bagian dalam guanya, perhatikanlah langit-langitnya.

Di tengah-tengah guanya, terdapat dua lubang besar di bagian langit-langitnya. Dua lubang yang bentuknya mirip dan uniknya terlihat seperti sepasang mata!


Ini dia, mata dewa! (karlukovo.lukovit.com)

Dua lubang tersebut pertama kali diketahui oleh masyarakat setempat dan beberapa ahli speleologi kala melakukan penelusuran ke Gua Prohodna di tahun 1962. Sejak saat itu, orang-orang yang berdatangan ke sana menyebutnya sebagai 'The Eyes of God' alias mata dewa.

Ada beberapa waktu-waktu khusus, saat mata dewa ini terlihat lebih menggagumkan. Pertama saat bulan purnama, dengan posisi bulan tepat di bagian tengah salah satu matanya dan terlihat benar-benar seperti mata manusia saja. Kedua saat hujan turun, yang terlihatnya seperti sedang menangis.

Traveler pun diizinkan untuk menjelajahi Gua Prohodna dan bebas memotret mata dewa itu. Tidak ada tiket masuk ke dalamnya, hanya saja harus mendaftar terlebih dulu ke Peter Tranteev National Speleological Society di Desa Karlukovo sebagai pengelola guanya.


Perbandingan manusia dengan mata dewa (Offical Tourism Portal of Bulgaria)

Satu lagi yang menarik, di sana traveler dapat mencoba bungee jumping tepat di bagian mata dewa. Siap-siap teriak, dari ketinggian 30-an meter ke bawah ke bagian dalam gua.

Gua Prohodna dapat dikunjungi sepanjang tahun. Letaknya yang berada di Bulgaria, mungkin membuat destinasi wisata ini jarang dilirik orang. Tapi kalau sudah ke sana, dijamin orang-orang lain akan penasaran kala Anda memotret dari dekat, 'The Eyes of God'

Perjuangan Menyentuh Cantiknya Puncak Rinjani di Lombok

Mataram - Masyarakat Sasak di Lombok menganggap keramat Gunung Rinjani sekaligus sebagai kediaman Dewi Anjani. Inilah perjuangan untuk menyentuh cantiknya Rinjani.

Gunung Rinjani di Lombok tidak hanya dianggap keramat, namun juga menawarkan keindahan yang luar biasa. Sebagai gunung api kedua tertinggi di Indonesia, perjalanan dari lembah menuju puncaknya di ketinggian 3.726 Mdpl ibaratnya sebuah ziarah untuk memahami diri sekaligus memaknai kebesaran Tuhan.

Penasaran akan kediaman Dewi Anjani tersebut, detikTravel pun sempat mendaki Rinjani beberapa waktu lalu. Bermodalkan semangat backpacker dan niat, saya pun memulai perjalanan dari Bali terlebih dulu.

Setibanya di Bali, perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Padang Bay. Setibanya di sana, saya pun segera memesan satu tiket menuju Pelabuhan Lembar di Lombok. Berhubung ingin menghemat pengeluaran, malam pun dihabiskan di kapal sambil menunggu kapal tiba di Lombok.


Diawali oleh padang rumput (Randy/detikTravel)

Dari Pelabuhan Padang Bay, traveler masih harus lanjut ke salah satu desa yang ada di bawah kaki Gunung Rinjani. Di antara kedua pintu masuk yang paling populer, saya pun memilih Desa Sembalun yang lebih dekat ke puncak ketimbang Senaru.

Layaknya prosedur resmi untuk naik gunung, traveler pun wahib aturannya untuk melakukan registrasi (SIMAKSI) di balai Taman Nasional atau loket pintu masuk pendakian dan membayar uang masuk. Harganya pun cukup terjangkau, yaitu Rp 2.500 untuk wisatawan lokal dan Rp 20 ribu untuk wisatawan asing.

Usai mengurus izin, perjalanan menuju Puncak Rinjani pun resmi dimulai. Di awal perjalanan, traveler akan disuguhkan padang rumput dan lembah hijau nan indah hingga menuju pos 2 yang sering dipakai untuk berkemah.


Bukit penyesalan (Randy/detikTravel)


Plawangan Sembalun (Randy/detikTravel)

Dari pos 2 ke pos 3, perjalanan pun masih relatif santai hingga tiba di Bukit penyiksaan yang terkenal menguras tenaga. Setelah mendaki barisan Bukit Penyiksaan itu, barulah traveler akan singgah ke Plawangan Sembalun yang merupakan spot terakhir sebelum melakukan Summit Attack.

Jika ingin melihat sunrise dari Puncak Rinjani, traveler pun dianjurkan untuk memulai pendakian pada pukul 02.00 dinihari Wita. Itu adalah jam aman yang dianjurkan untuk melihat sunrise dari puncak.

Sebelum mulai mendaki ke puncak, alat-alat seperti senter hingga ransum dan stamina pun harus dipersiapkan dengan baik. Jalan menuju puncak sangatlah terjal dan berkerikil. Tiga langkah rasanya hanya seperti satu langkah di hadapan Puncak Rinjani.


Puncak Rinjani (Randy/detikTravel)

Namun setibanya di puncak, rasa bangga dan haru akan menghilangkan segala rasa lelah. Melihat alam Lombok dari Puncak Rinjani membuat traveler menyadari akan hebatnya Sang Pencipta sekaligus indahnya Indonesia. Sekiranya kita sangat beruntung, lahir dan hidup di Indonesia.

Setelah puas berkunjung ke kediaman Dewi Anjani, traveler pun masih akan dimanjakan oleh indahnya Gunung Barujari dan Danau Segara Anak yang tampak jelas dari puncak. Jika ingin, traveler pun bisa melihat keduanya secara lebih dekat.

Tidakkah Anda tertarik untuk liburan ke Lombok dan mendaki Gunung Rinjani yang luar biasa? Ayo main ke Rinjani dan lihat senyum Dewi Anjani secara langsung.


Danau Segara Anak dan Gunung Barujari dari puncak Rinjani (Randy/detikTravel)