Lokasi-Lokasi Dunia Dengan Predikat “Paling Berbahaya”

Yuk, kita simak lokasi-lokasi dengan predikat paling berbahaya itu…

Great Pacific Garbage Patch Samudra Pasifik

Ini adalah lokasi pusat berputarnya sampah lautan di tengah Samudera Pasifik Utara. Dalam perkiraan, sampah-sampah itu terhampar dengan luas yang menyamai luas negara bagian Texas, bahkan ada beberapa perkiraan lain yang mengklaim bahwa hamparan sampah itu lebih besar dari daratan Amerika Serikat, namun belum ada yang mengetahui ukurannya secara pasti. Lokasi ini ditandai dengan konsentrasi berbagai jenis sampah mulai plastik, lumpur kimia, dan puing-puing lain yang terperangkap pusaran arus samudra Pasifik Utara. Lokasi ini sangat berbahaya karena banyaknya limbah dan potongan sampah kecil yang tak terlihat dengan mata telanjang dan mengapung di bawah permukaan laut.

Kepulauan Izu Jepang

Kepulauan Izu adalah sekelompok pulau vulkanik pada hamparan selatan timur Semenanjung Izu di Honshū Jepang. Secara administratif, kepulauan itu terdiri dari dua kota dan enam desa yang semuanya menjadi bagian dari Tokyo. Karena sifat vulkaniknya, pulau-pulau di area ini secara konstan dipenuhi dengan bau belerang (sangat mirip dengan bau kentut). Warga pernah mengungsi dari pulau-pulau pada tahun 1953 dan 2000 akibat aktivitas gunung berapi dan tingkat tinggi gas berbahaya. Pada kejadian tahun 2000, penduduk baru kembali pada tahun 2005 tetapi dengan perlengkapan masker gas yang dibawa tiap orang kemana saja. Itu sebagai antisipasi karena tingkat gas beracun bisa meningkat tiba-tiba.

The Door to Hell Turkmenistan

Dalam sebuah upaya pengeboran di Derweze-Turkmenistan pada tahun 1971, ahli geologi menemukan sebuah gua bawah tanah yang penuh dengan gas alam. Tanah di bawah rig pengeboran pun runtuh, membentuk lubang besar dengan diameter sekitar 50-100 meter. Untuk menghindari pelepasan gas beracun, para ilmuwan memutuskan untuk membakar lubang, mereka berharap api akan padam dalam beberapa hari setalah seluruh kandungan gas terbakar, tetapi api masih saja menyala hingga saat ini. Penduduk setempat menamai lubang itu sebagai Gerbang Neraka.

Poison Gardens Alnwick Inggris

Taman di Denwick Lane, Alnwick, NE66 1YU, Inggris terinspirasi oleh Kebun Raya di Padua, Italia. Kebun Raya Padua adalah kebun raya pertama yang menanam berbagai jenis tanaman obat dan tanaman beracun di tahun 1500-an. Namun, Alnwick Poison Garden adalah taman yang sepenuhnya berisi tanaman beracun berbahaya yang bisa membunuh. Kebanyakan adalah jenis tanaman beracun yang banyak tumbuh di pedesaan Inggris, serta banyak varietas yang lebih tidak biasa. Diantaranya yang dianggap masih aman adalah tembakau dan mandrake. The Alnwick Garden juga memiliki lisensi Home Office untuk menumbuhkan beberapa tanaman yang sangat khusus; yaitu, ganja dan coca.

Tambang Asbes Kanada

Thetford-Mines, Quebec, Canada adalah tambang asbes, mineral silikat alami yang tahan api dan mampu menyerap suara. Pada sisi negatifnya, paparan bahan ini bisa menyebabkan kanker dan berbagai penyakit lainnya. Karena unsur mudharatnya itu Uni Eropa melarang semua pertambangan dan penggunaan asbes di Eropa. Tapi Thetford Mines, yang merupakan tambang asbes terbuka terbesar di Kanada ini masih beroperasi penuh. Seolah menolak fakta bahayanya asbes, para pekerja tambang tidak diharuskan untuk memakai perlindungan pernapasan apapun. Bahkan ada beberapa lokasi tambang yang dekat dengan daerah pemukiman dan penuh tumpukan limbah asbes. Uniknya, tambang ini malah menawarkan bus wisata lingkungan selama musim panas.

Pulau Ramree Birma

Pulau Ramree di Burma adalah pulau dengan rawa besar yang menjadi rumah ribuan buaya air asin yang tak hanya bertubuh sangat besar, tapi juga buas dan paling mematikan di dunia. Pulau juga penuh dengan nyamuk malaria dan kalajengking berbisa. Selama Perang Dunia Kedua, pulau itu adalah tempat pertempuran enam minggu di Burma. Dalam sebuah catatan militer Amerika dari 19 Februari 1945 disebutkan bahwa saat serdadu masuk untuk menyergap pertahanan Jepang di dalam pulau, banyak anggota Militer melihat atau mendengar adanya tembakan senapan membabi buta oleh serdadu Jepang dari arah rawa akibat terluka oleh serangan Buaya, itu disusul suara puluhan buaya yang kabur kembali kedalam rawa . Saat fajar datang, kelompok burung nasar tiba karena insting adanya mayat di sekitar lokasi. Laporan menyebutkan bahwa dari sekitar 1.000 tentara Jepang yang diperkirakan ada di pulau dan bersembunyi di rawa-rawa Ramree, hanya sekitar 20 yang ditemukan hidup.

Jalur Yungas Bolivia

Jalur perjalanan ini dijuluki Road of Death atau Death Road, berupa lintasan sepanjang 61-68 kilometer dari La Paz menuju Coroico. Jalur ekstrim ini berada 56 kilometer arah timur laut kota La Paz di Yungas Bolivia. Jalur ekstrim ini jadi bahan perbincangan karena ada sekitar 200 hingga 300 wisatawan yang tewas setiap tahun di sepanjang jalan itu. Jalur jalan penuh dengan tanda salib yang menandakan pernah ada kendaraan yang jatuh ke jurang. Jalur ini dibangun pada tahun 1930-an selama Perang Chaco oleh tahanan Paraguay. Ini adalah salah satu dari beberapa rute yang menghubungkan daerah hutan hujan Amazon Bolivia utara, atau Yungas, ke ibukota Bolivia. Sebagian besar jalan di jalur itu lebarnya tidak lebih dari 3,2 meter, kurangnya penjaga dan pemberi peringatan membuat jalur jalan sangat berbahaya. Selain itu, hujan, kabut dan debu bisa membuat penglihatan pengemudi terganggu. Tak hanya itu, sebagian besar permukaan jalan adalah jalur berlumpur, itu bisa melonggarkan bebatuan yang mengeraskan jalan, dan meruntuhkan badan jalan.

Gunung Lumpur Berapi Azerbaijan

Aktivitas gunung berapi di bawah Laut Kaspia di lepas pantai Azeri menciptakan sebuah pulau baru. Pada bulan Oktober 2001 ada letusan gunung berapi besar di wilayah Lokbatan, Azerbaijan tapi tidak membawa korban atau peringatan perlunya evakuasi. Tapi, yang dimaksud disini bukanlah gunung berapi aktif tunggal dalam arti yang biasa. Yang ada di Azerbaijan adalah ratusan gunung lumpur, ini lebih sedikit dikenal dibanding aktivitas magmatic Gunung Berapi yang lebih umum. Gundukan itu bisa meletus kapan saja dengan ledakan besar, tapi umumnya tidak dianggap berbahaya kecuali ada orang yang kebetulan berada di sana pada waktu yang salah. Setiap dua puluh tahun atau lebih, gunung lumpur itu meledak dengan kekuatan besar, menembakkan api ratusan meter ke angkasa , dan memuntahkan lumpur di daerah sekitarnya. Dalam satu letusan, api dengan mudah bisa dilihat dari jarak 15 kilometer, dan api itu masih akan menyala, walaupun pada tingkat yang lebih rendah, sampai tiga hari kemudian.

0 komentar :

Posting Komentar