Sambut Ramadan dengan Kisah 2 Masjid di Kutub Utara

Hari ini, umat Islam di seluruh dunia mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan, termasuk yang tinggal di Kutub Utara. Bahkan mereka punya masjid di sana.

Ada dua masjid di belahan utara Bumi yang dekat dengan Kutub Utara, yakni Masjid The Midnight Sun Mosque dan Nurd Kamal Mosque. Bagaimana rupanya?

Silakan cari di internet yang mengulas masjid-masjid di ujung dunia. Di belahan Bumi bagian utara, setidaknya terdapat dua masjid yang ada di dua negara, Kanada dan Rusia bernama The Midnight Sun Mosque dan Nurd Kamal Mosque.

Dihimpun detikTravel dari berbagai sumber seperti AFP dan Reuters, Senin (6/6/2016) beginilah penampakan dan sejarah pembangunan rumah-rumah Allah di utara Bumi:

1. Nurd Kamal Mosque, Rusia


Nurd Kamal Mosque (kanan) tampak dari kejauhan (Reuters)

Kita mulai dari Nurd Kamal Mosque yang berada di Kota Norilsk, bagian paling utara Rusia. Untuk menuju ke sana, harus naik pesawat penerbangan domestik dari Moskow dengan waktu tempuh 3 jam lebih. Norilsk pun merupakan salah satu kota di Rusia yang masuk dalam Lingkaran Arktik, dekat dengan kutub utara.

Penduduk yang tinggal di sana mencapai 200.000 jiwa lebih dan kebanyakan berprofesi sebagai pekerja tambang. Kotanya sendiri mulai ditempati penduduk sekitar tahun 1930-an. Maka tak heran, banyak pabrik-pabrik yang menjulang tinggi.

Sekitar 50 ribu penduduknya memeluk agama Islam. Mereka merupakan pendatang yang berasal dari Azerbaijan, atau negara-negara Asia Tengah pecahan Uni Soviet. Pada tahun 1998, umat Muslim di sana untuk pertama kalinya memiliki masjid bernama Nurd Kamal Mosque.


Nurd Kamal Mosque dibanding bangunan-bangunan lain di sana (Reuters)

Nurd Kamal Mosque dibangun oleh Mukhtad Bekmeyev yang berasal dari Suku Tartar. Masjidnya begitu indah dan terlihat mencolok dari bangunan yang lain. Dindingnya berwarna hijau, dengan kubah yang dilapisi warna emas. Di dekatnya, menjulang menara yang tampilan warnanya sama dengan masjidnya.

Nurd Kamal Mosque memiliki tiga lantai, yang juga menjadi semacam Islamic Center. Saat malam hari, umat Muslim setempat akan datang ke masjid walau demi menembus badai salju dan suhu yang ekstrem demi membaca Al Quran dan mendengarkan ceramah.


Menembus badai salju demi datang ke masjid (Reuters)

Asal tahu saja, suhu di Kota Norilsk mampu mencapai suhu minus 50 derajat Celcius. Dalam setahun, faktanya Kota Norilsk bakal ditutupi salju selama 250 sampai 270 hari. Serta, badai salju mencapai 110 sampai 130 hari.

Belum lagi saat bulan Ramadan, umat Muslim di sana berpuasa selama 20 jam karena matahari begitu lama berada di langit. Tapi hal tersebut tidak menyurutkan mereka untuk berpuasa dan beribadah, termasuk untuk datang ke masjidnya.

2. The Midnight Sun Mosque, Kanada


The Midnight Sun Mosque yang dijuluki masjid paling utara di dunia (AFP)

The Midnight Sun Mosque di Kota Inuvik, Kanada memang tidak sedingin Nurd Kamal Mosque. Suhu paling dingin di Kota Inuvik paling ekstrem mencapai angka minus 40 derajat Celcius. Namun The Midnight Sun Mosque posisinya lebih dekat ke Kutub Utara dan dijuluki 'the most northerly mosque'.

Kota Inuvik masuk dalam kawasan Northwest Territories yang berada di sebelah utara Kanada. Karena masuk dalam lingkar Artik dan dekat dengan Kutub Utara, Inuvik pun memiliki fenomena alam yang unik.

Saat musim panas matahari bisa terlihat selama 24 jam, yang dijuluki Midnight Sun. Sebaliknya, saat musim dingin tiba, matahari tidak akan pernah tampak di sana. Selain itu, hampir sepanjang tahun kotanya selalu tertutup oleh salju.

Kota Inuvik memiliki penduduk sebanyak sekitar 3.500 jiwa. Kehidupan di sana pun, sama saja dengan di kota-kota lain di dunia. Ada yang bekerja ke kantor, berprofesi sebagai nelayan, polisi dan anak-anak kecil berangkat ke sekolah setiap hari.

Dari ribuan penduduk, jumlah masyarakat Muslim di sana hanya sekitar 100 orang saja. Mereka pun kebanyakan adalah para imigran yang berasal dari Mesir, Siberia dan Sudan yang datang untuk bekerja.

Tahun 2010 menjadi tahun bersejarah bagi umat Muslim setempat karena pertama kalinya mereka memiliki masjid yang bernama bernama The Midnight Sun Mosque. Dinding dan atapnya terbuat dari seng tebal dan bagian atasnya berupa limas berwarna hijau. Di depanya, terdapat hiasan menara yang menjulang tinggi dan bercahaya saat malam hari.

Menariknya, masjid tersebut tidak dibangun di Kota Inuvik melainkan dikirim dari Kota Winnipeg yang berjarak 4.500 km. Cukup sulit membangun masjid di Kota Inuvik karena biayanya sangat besar dan belum lagi kendala cuaca. Maka masjidnya dibangun di Kota Winnipeg yang kemudian diangkut dengan helikopter.

Masjid tersebut merupakan hadiah dari Zubaidah Tallab Foundation. Suatu organisasi perkumpulan Muslim Kanada di Kota Winnipeg yang didirikan tahun 2007. Organisasi non-profit yang bertujuan untuk membantu kebutuhan dan mempererat hubungan umat Muslim di Kanada.

The Midnight Sun Mosque punya luas 144 meter persegi. Di masjid inilah, umat Muslim setempat dapat beribadah, bersilaturahmi dan membaca Al Quran bersama-sama. Berbeda dengan masjid-masjid pada umumnya yang memiliki kaligrafi-kaligrafi besar, The Midnight Sun Mosque bak rumah besar tanpa kubah dan tanpa hiasan kaligrafi. Hanya menara bulan dan bintang saja yang menandakan ciri khas suatu masjid.

Baik di The Midnight Sun Mosque dan di Nurd Kamal Mosque, Rusia kedua masjid ini terbuka untuk umum. Kehidupan harmonis di dua kota tempat masjid tersebut berdiri memang sudah terjalin dengan baik. Membuat kehangatan bagi umat beragama, di dinginnya suhu dekat Kutub Utara.


Salat jamaah di The Midnight Sun Mosque (AFP)

0 komentar :

Posting Komentar